Pembahasan Topik Menarik di Hari Kedua PJTD 2017

Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Khlorofil Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Pelatihan ini diberikan kepada pemula, tepatnya calon pengurus LPM Khlorofil periode berikutnya. PJTD 2017 dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 25-26 November 2017 di Ruang Senat Fakultas Pertanian, Lantai 2 Gedung Agrokomplek, Kampus Sudirman.
Pada PJTD hari kedua, agenda diisi oleh tiga pembicara yang membahas topik yang berbeda-beda. Topik-topik tersebut sangat penting dalam dunia jurnalistik dan menarik untuk didiskusikan. Pembicara pertama yaitu I Made Adnyana, ia adalah pengelola situs www.mybalimusic.com serta dosen mata kuliah jurnalistik FPBS IKIP PGRI Bali. Adapun materi yang disampaikan yaitu seputar fotografi jurnalistik. Materinya mencakup perbedaan fotografi jurnalistik, karakter foto jurnalistik, teknik pengambilan foto, serta etika yang harus diperhatikan dalam mengambil foto. “Meskipun wartawan memiliki kebebasan dalam memotret, namun harus tetap memperhatikan prinsip fotografi jurnalistik yaitu etis dan sopan,” ujarnya saat memberikan materi.
Selanjutnya, untuk materi kedua disampaikan oleh Sulham Sunusi. Ia adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yang sekaligus pengurus di LPM Suara Satwa FKH Universitas Udayana. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan materi tentang layout dan desain grafis yang mencakup konsep, kategori, unsur-unsur, prinsip desain grafis, dan sebagainya. “Saat membuat desain baik di majalah, koran, buletin atau yang lainnya pastikan untuk menghindari plagiarism,” ungkapnya pria berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan ini.
Terakhir, Pembicara ketiga yaitu Nungki Kartikasari. Ia adalah alumni LPM Khlorofil sekaligus wartawan Jawa Pos di Jakarta. Materi yang disampaikan yaitu mengenai teknik penggalian dan penyajian data. Poin-poin yang disampaikan terdiri dari jenis berita, ragam penggalian data, macam macam lead, unsur-unsur berita, teknik penulisan, alur redaksional, contoh dummy, dan sebagainya. “Dalam unsur berita harus ada unsur wow (sesuatu hal yang luar biasa di dalam berita), karena orang zaman now menyukai hal-hal yang berbau viral, kalau tidak ada wow-nya tidak akan dibaca,” ujarnya sambil diiringi tawa peserta. Khusus untuk materi terakhir ini, dilanjutkan dengan praktek penulisan langsung oleh para peserta. Hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mereka dalam hal kepenulisan, karena sejatinya tugas utama dari lembaga pers adalah menulis. (ika)

Pembicara pertama, I Made Adnyana sedang menyampaikan materi mengenai foto jurnalistik. (photo by : Alfredo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *