Berpikir Kritis, Wujudkan Fakultas Pertanian yang Unggul, Mandiri, dan Berbudaya

    Suasana saat pembukaan acara Jumpa Dekan tahun 2018 oleh Dekan Fakultas Pertanian Unud. Dok. Devi Hamsha

    Selasa (11/12) bertempat di Ruang Nusantara, lantai 4, Gedung Agrokomplek, telah berlangsung agenda rutin yang diselenggarakan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian Unud (BPM FP Unud), yakni Jumpa Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Acara ini digelar untuk menyampaikan aspirasi dan juga solusi dari civitas akademika FP Unud terhadap permasalahan disekitar kampus.

Setelah didahului dengan kegiatan Simakrama, BPM FP Unud mengadakan kegiatan Jumpa Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana di Ruang Nusantara, Gedung Agrokompleks, Kampus Universitas Udayana, Denpasar. Kegiatan yang rutin diadakan setiap tahunnya ini, merupakan ajang silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi oleh civitas akademika di lingkup Fakultas Pertanian Unud (FP Unud). Ketua Pelaksana Kegiatan Jumpa Dekan, Ni Made Ester Widyanti Sena, menyampaikan tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh civitas akademik FP Unud untuk berpikir kritis mengenai permasalahan yang ada di lingkup Fakultas Pertanian dengan menyampaikan aspirasi dan juga solusinya. Sehingga dapat mewujudkan visi dari Fakultas Pertanian yakni unggul, mandiri, dan berbudaya.” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S., juga memaparkan dalam sambutannya. Menurutnya, kegiatan ini diadakan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi antar civitas Fakultas Pertanian saja, tetapi juga sarana untuk menyampaikan saran maupun kritik yang membangun terkait dengan pengelolaan manajemen sumber daya yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian selama setahun. “Bukan hanya permasalahan yang kita diskusikan tetapi bagaimana kita mempunyai keunggulan, kekuatan. Ini yang harus kita berdayakan. Peluang yang ada kita harus rebut, tetapi tantangaan dan permasalahan harus kita atasi agar FP bisa lebih maju, lebih unggul, dan lebih keren,” terangnya sebelum membuka acara.

Dalam pemaparan gambaran umum kondisi Fakultas Pertanian selama setahun terakhir, salah satu yang menjadi catatan bagi Dekan yakni dalam bidang akademik kampus. Menurutnya, kebanyakan keluhan yang diutarakan oleh mahasiswa yakni mengenai cara atau metode pembelajaran yang dilakukan oleh sebagian dosen. Tidak hanya dari pihak mahasiswa saja, pihak dosenpun juga beberapa melaporkan kepada dekan terkait sikap dan perilaku mahasiswa.

Pembahasan dalam kegiatan Jumpa Dekan khususnya dari sudut pandang mahasiswa S1 umunya terkait dengan sarana dan prasarana yang disediakan oleh fakultas, kualitas pelayanan tenaga pengajar, dan juga aktivitas belajar mengajar dalam kampus. Seperti yang dipaparkan oleh I Kadek Redana, mahasiswa angkatan 2018 yang mengeluhkan soal jadwal kuliah yang menurutnya masih kacau.

Menanggapi persoalan sarana dan prasarana fakultas, Dekan menyampaikan selalu diusahakan setiap tahunnya. “Soal pengadaan sarana pembelajaran seperti LCD, AC dan lainnya dalam ruang kelas sebenarnya sudah ada slot dana untuk itu. Seperti mengikuti tender dari pihak rektorat dalam bentuk e-catalog. Tetapi masih belum berhasil, entah apakah bisa tidak nanti diluncurkan di awal tahun 2019,” jelasnya. Selain itu ditambahkan oleh Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Unud, Dr.Ir. I Ketut Suada, MP., bahwa persoalan dana yang telah direncanakan juga terdapat campur tangan pihak Rektorat didalamnya. Sehingga keputusannya bergantung pula apabila pihak Rektorat telah menyetujuinya.

Selain itu, tanggapan Dekan terkait permasalahan akademik di lingkup Fakultas Pertanian Unud, dinilai merupakan permasalahan yang ringan. “Akan tetapi dalam penyelesaiannya ini berat sekali. Masih sering pula terjadi tumpang tindih. Ini harus ditangani dengan serius sehingga tidak terjadi lagi di semester depan,” paparnya memberikan konfirmasi. Dekan juga memohon terkait dengan mutu pelayanan pembelajaran untuk meningkatkan koordinasi bagi para dosen agar tidak terjadi kerancuan dalam proses belajar mengajar.(hal/khlorofil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *