Pertahanan Negara Yang Baik Adalah Pangan

Aksi Kampanye Hari Pangan Sedunia

khlorofil.com – Tidak banyak masyarakat yang tau mengenai Hari Pangan Sedunia (HPS). Peringatan ini sendiri dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan World Food Day melalui Resolusi PBB No. 1/1979, di Roma Italia. Sejak 16 Oktober 1980 Negara anggota FAO termasuk Indonesia mulai merayakan HPS secara Nasional. Untuk memperingati hari ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (HMJ ITP) Fakultas Teknologi Pertanian dan BEM Fakultas Pertanian Universitas Udayana melakukan aksi kampanye pangan lokal. Dengan bermodal 200 bungkus roti dan selebaran puluhan mahasiswa ini berkeliling kampus Sudirman untuk membagikan kepada mahasiswa dan masyarakat. Setelah berkeliling, aksi dilanjutkan dengan orasi di trafic light jalan PB. Sudirman.

Ida Bagus Putu Wahyu Permana, Ketua BEM FP menyatakan sangat miris karena hanya sedikit orang yang tau dan bisa memperingati. Bahkan mahasiswa pertanian sendiri tidak tau kapan dan seperti apa HPS itu. Melalui peringatan ini dirinya ingin mengajak seluruh masyarakat agar lebih memprioritaskan penggunaan pangan lokal. “Pertahanan negara yang baik itu bukan militer, tapi ketahanan pangan. Pertanian itu memang sangat penting,” ungkapnya ditemui usai aksi, Rabu (16/10). Ia tidak hanya ingin mengkampanyekan ketahanan pangan lokal ini di luar kampus, namun juga di dalam. Hal tersebut dilakukan agar sektor pertanian tidak lagi dipandang sebelah mata.

Hal senada diungkapkan Hetty Armayuni, Ketua HMJ ITP. Menurutnya, Pemerintah tidak mungkin sanggup menjaga ketahanan pangan lokal jika tidak ada support dari masyarakat. “Kebijakan import sebenarnya sudah lumayan. Tapi masih tetap saja kita perlu ikut untuk mensupport pangan lokal. Contohnya saja Terigu, bisa juga kan kita membuat roti tanpa tepung terigu,” ungkapnya seraya mengatakan roti yang dibagikan tersebut menggunakan tepung mokaf.

Dalam selebaran yang dibagikan juga tertera beberapa resep roti yang mahasiswa ini buat sendiri. Roti yang berbahan dasar tepung yang berasal dari umbi tersebut sekaligus membuktikan bahwa produk lokal tidak kalah baik. “Kami Tidak hanya ingin mengeluarkan aspirasi tapi juga langsung memberi contoh produk,” tandasnya. (SD/nna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *