20 Persen Lahan Kota untuk Ruang Terbuka Hijau

    Ruang Terbuka Hijau. Sumber Gambar: rakyatku.com

    Ruang terbuka hijau di lahan perkotaan memiliki banyak fungsi yakni sebagai penyerap karbon dioksida, penahan angin, juga memiliki nilai ekonomis, sosial serta arsitektural. Adanya ruang terbuka hijau dapat menjadi alternative bagi masyarakat kota yang ingin berlibur, tanpa harus pergi jauh kepegunungan ataupun lautan .

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri PU No.05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan disebutkan bahwa pengertian Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang atau jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Dalam UU No. 26 Tahun 2007, secara khusus mengamanatkan perlunya penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau, yang proporsi luasannya ditetapkan paling sedikit 20% dari luas wilayah kota.

Fungsi ekologis merupakan fungsi utama RTH yaitu, menjamin keberlanjutan suatu wilayah kota secara fisik. Harus berupa satu bentuk RTH yang berlokasi, berukuran, dan berbentuk pasti dalam suatu wilayah kota. RTH biasanya menjadi perlindungan sumberdaya penyangga kehidupan manusia dan untuk membangun jejaring habitat kehidupan lingkungan.

Beberapa fungsi ekologis RTH di kota antara lain, penyerap karbon dioksida (CO2). Seperti yang sudah kita ketahui, tumbuhan berfungsi untuk menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen pada proses fotosintesis. Tumbuhan membantu membersihkan udara sekitar dengan menyerap gas karbon dioksida yang jika konsentrasinya terlalu tinggi mengakibatkan udara tercemar dan beracun bagi manusia dan hewan. Prosesnya akan menghasilkan gas oksigen yang merupakan kebutuhan penting manusia dan hewan untuk bernapas.

Fungsi kedua RTH adalah sebagai penahan angin yang mampu mengurangi kecepatan angin. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam mendesain ruang terbuka hijau untuk menahan angin adalah dengan menggunakan jenis tanaman yang memiliki dahan yang kuat, serta merupakan jenis tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun.

Manfaat ketiga RTH dalam aspek ekonomi bisa diperoleh secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, manfaat ekonomi ruang terbuka hijau diperoleh dari penjualan RTH yang bisa menghasilkan biji, buah atau bunga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan oleh masyarakat untuk meningkatkan taraf gizi, kesehatan dan penghasilan masyarakat. Sedangkan secara tidak langsung, berupa perlindungan terhadap angin serta fungsi ruang terbuka hijau sebagai perindang, menambah kenyamanan masyarakat kota dan meningkatkan nilai estetika lingkungan kota.

Komposisi vegetasi dengan strata yang bervariasi di lingkungan kota akan menambah nilai keindahan kota tersebut. Bentuk tajuk yang bervariasi dengan penempatan yang sesuai akan memberi keindahan tersendiri. Tajuk pohon juga akan memberi kesan lembut pada bangunan di perkotaan yang cenderung bersifat kaku. Sehingga RTH dapat dikatakan memiliki fungsi arsitektural dalam bidang luar ruangan. (ang/khlorofil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *