Agricamp 2018, Ajak Peserta Selangkah Lebih Dekat dengan Petani

Sesi foto bersama setelah kegiatan pengamatan potensi (5/01) tanaman bit oleh kelompok 3 dengan Komang Coklat selaku salah satu petani tanaman bit Desa Bukit Catu. (foto by Devi)

Agricamp, rangkaian acara dari Student Day yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Agricamp 2018 diselenggarakan masih sama dengan Agricamp 2017 yakni di Agro Puncak Bukit Catu, Desa Candi Kuning, Kabupaten Tabanan. Berlangsung selama 3 hari 2 malam, tepatnya dimulai dari tanggal 5 Januari 2018 sampai dengan tanggal 7 Januari 2018. Tentunya kegiatan ini diperuntukkan kepada mahasiswa aktif FP UNUD (baru dan lama) sebagai salah satu syarat untuk wisuda dan sebagai salah satu sarana pengenalan realita pertanian kepada mahasiswa FP UNUD.

Cucuran keringat dan ribuan menit telah disumbangkan oleh panitia penyelenggara demi kematangan kegiatan ini. Adapun salah satu dari rangkaian acara dalam kegiatan Agricamp 2018 adalah pengamatan potensi yang ada disekitaran Desa Candi Kuning. Budidaya tanaman bit adalah salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Candi Kuning. “Nama-nama kelompok peserta Agricamp 2018, berasal dari potensi yang dimiliki oleh Desa Candi Kuning. Bit salah satunya, Tanaman Bit ini masih jarang ditemukan di daerah Bali dan tumbuhnya juga hanya di daerah tertentu” jelas Galih Arswendo, selaku inti panitia Agricamp 2018.

Berdasarkan keterangan dari Komang Coklat salah satu petani bit di Desa Candi Kuning, hasil panen dari tanaman bit nantinya langsung dibawa ke tengkulak dengan harga yang telah disepakati pada saat transaksi berlangsung. Namun karena musim penghujan seperti bulan-bulan ini, produktivitas dan harga dari tanaman bit menurun karena fisiknya yang cacat dan gagal panen. Selain musim, faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan bit adalah hama dari tanaman bit yaitu ulat. Dengan pestisida (non organik) yang tersedia di koperasi tani terdekat, petani membasmi hama yang ada. Berdasarkan feeling (perkiraan) dan sarana seadanya. Adapun harapan dari petani di Desa Candi Kuning untuk keberlanjutan usaha tani adalah subsidi pupuk, diberikan kepastian pasar dan diringankan biaya hidupnya oleh pemerintah.

“Disetiap harinya terdapat pokok-pokok penting dari kegiatan ini. Untuk kegiatan pengamatan potensi tahun ini, kami menerapkan konsep yang berbeda. Ditahun sebelumnya, petani hanya memberikan materi kepada peserta Agricamp. Namun tahun ini peserta tidak hanya mendapat ilmu yang diberikan oleh petani, tapi juga ikut turun langsung dalam kegiatan sehari-hari petani. Jadi peserta tidak hanya mendapat ilmu, namun juga pengalaman” ujar Ayu Krisna, selaku Ketua Panitia Agricamp 2018.

Berdasarkan penjelasan Yudi Wijaya, selaku Wakil Ketua Agricamp 2018 “Setelah pengamatan potensi ini dilaksanakan oleh peserta, nantinya akan dilanjutkan dengan penugasan Ideas for Bukit Catu. Jadi setelah mengamati potensi, mereka diarahkan untuk membuat ide dengan analisis 3 prodi, yang nantinya dapat diterapkan pada Banjar Bukit Catu. Nanti Bulan Februari akan ada penyampaian hasil konsep mereka, dalam bentuk nyatanya dan itu akan di nilai”.
Mengusung tema Selaras dalam Bhakti Civitas Fakultas Pertanian Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan dengan jargon andalan Bersama Kita Bisa, BEM FP UNUD beserta panitia sukses selenggarakan kegiatan Agricamp 2018. Dengan konsep yang berbeda, lebih segar dan esensi yang lebih melekat di hati peserta tahun ini (Devi/Khlo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *