AFC #1 : Pesona Nusantara Dalam Ukiran Buah Lokal

Suasana perlombaan Agribusiness Fruit Carving #1 (Foto by nonik)

DENPASAR, KHLOROFIL – Agribusiness Fruit Carving (AFC) #1 diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada Sabtu (9/12). Mengangkat tema Pesona Nusantara Dalam Ukiran Buah Lokal, kegiatan ini diikuti oleh 16 tim yang terdiri dari SMA/SMK, mahasiswa hingga kalangan umum.

Berlangsung di Areal Parkir Barat Gedung Agrokomplek Kampus Sudirman Denpasar, kegiatan yang bertujuan untuk memperkenal program studi Agribisnis serta mempopulerkan kembali buah lokal. “Tujuan dari acara ini adalah memperkenalkan prodi (program studi, Red) Agribisnis lebih luas lagi kepada masyarakat, karena ini kan pesertanya dari luar dari siswa SMA dan mahasiswa jadi mungkin siswa SMA nanti setelah tahu Agribisnis, siapa tahu minat kuliah di prodi Agribisnis,” ujar Nyoman Pasek Surya Premana selaku Ketua Umum HIMAGRI.

Konsep kegiatan AFC tahun ini berbeda dengan AFC tahun sebelumnya, tahun lalu AFC berkonsep kompetisi futsal atau Agribussiness Futsal Competition dan tahun ini dengan menggunakan akronim yang sama. HIMAGRI membuat inovasi dengan mengadakan Agribusiness Fruit Carving untuk pertama kalinya. “Kami konsepkan sebagai reborn , yang dimana karena AFC itu sudah ada sejak dulu, yang sekarang kita ubah kegiatannya menjadi Agribusiness Fruit Carving,”, ujar I Wayan Vineka Jhista Pradnyana selaku ketua panitia.

Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si menyambut positif kegiatan ini. Selaku Ketua Program Studi Agribisnis mengatakan bahwa AFC #1 merupakan kegiatan yang dapat memberikan kesempatan peserta untuk melatih keterampilan serta dapat memotivasi petani untuk memproduksi buah lokal. “Saya melihat ini positif karena kita berperan serta untuk memberikan kesempatan, memberikan peluang kepada masyarakat, generasi muda umumnya untuk berlatih, meningkatkan potensi, meningkatkan keterampilan, jadi hal ini yang kita perlu dukung dan mungkin bisa dilakukan secara berlanjut saban tahun,” ujarnya.

Salah satu peserta, Kristiani (16) mengatakan mendapat informasi kegiatan dari ekstrakuler di sekolah dan sosial media. Serta mempersiapkan lebih dari satu bulan untuk mengikuti perlombaan. Ia juga mengaku sedikit tertarik dengan Fakultas Pertanian setelah mengikuti perlombaan dan berharap kegiatan seperti ini bisa tetap diadakan sehingga dapat menambah pengalamannya. “Sering-sering aja diadakan kayak gini (AFC #1, Red.) biar bisa lebih melatih,” ujar Siswi SMK Duta Bangsa Denpasar saat ditemui redaksi setelah perlombaan berlangsung.
Hadir sebagai juri, Chef Nyoman Tedun, I Made Sudada, SE dan A.A. Gede Putra K.P. Kriteria atau poin penilaian pada perlombaan ditekankan pada kreativitas, estetika serta kerapian. Made Sudada menyayangkan tempat pelaksanaan lomba yang agak terlalu disudut sehingga yang melihat kegiatan ini cenderung hanya pesertanya saja. “Mungkin kalau dilakukan di tempat yang lebih terbuka, artinya bukan tempat yang tersudut seperti ini, mungkin lebih bagus” ujar Sudada.

I Gede Guntur Putra Perdana (19) dan I Ketut Ngurah Laksana Wisnu (19), mendapat juara satu menuturkan dalam mengikuti perlombaan mereka melakukan beberapa persiapan. Dalam persiapan awal, mereka melakukan hingga 2-3 kali latihan untuk memantapkan konsep yang sudah ada dan terus mencoba untuk melihat kekurangannya kemudian melakukan evaluasi sampai H-1 lomba. Konsep yang dibuat mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) ini, yakni pesona nusantara dengan membentuk ukiran burung yang menyerupai burung garuda.

Melalui karya ukiran buahnya, mereka ingin menunjukkan bahwa pesona nusantara bukan hanya pada wisata alam saja, namun juga dapat dilihat dari wisata satwa. Mereka berharap kegiatan perlombaan seperti ini dapat tetap berlanjut dan jumlah peserta kedepan bisa lebih banyak lagi. “Menurut saya untuk yang sekarang ini (AFC #1, Red.) sudah cukup bagus, disamping itu untuk promosi lombanya bisa jauh-jauh hari, karena disini kami lihat juga lumayan banyak peserta yang ikut dari siswa SMA dan kalangan umum,” ujar Guntur. (NTP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *