Pengenalan Dini Pertanian dari Kelompok Vanili dan Salak di Agricamp 2019

    Penyampaian materi hidroponik di SDN 2 Marga oleh kelompok salak sebagai rangkaian kegiatan Agricamp hari ketiga. Pada Senin, (28/01/2019). Dok. LPM Khlorofil
    Hari ketiga Agricamp (28/1) dilakukan pengabdian di beberapa SD (Sekolah Dasar) di Marga. Salah satunya di SDN 6 Marga mengenai pengenalan dini pemisahan jenis sampah dan pertanian sederhana lewat hidroponik dan tanaman gantung oleh peserta kelompok vanili. Kemudian, di SDN 2 Marga mengenai hidroponik apung dan repotting tanaman hias oleh peserta kelompok salak.

Agricamp hari ketiga (28/1), kelompok vanili dan salak masing-masing mengenalkan hidroponik kepada anak-anak SDN 6 Marga dan SDN 2 Marga. Farist salah satu panitia humas Agricamp mengaku, jika kegiatan ini seluruh rencana pengembangan programnya diserahkan ke peserta kelompok. “Agar mereka dapat mandiri, belajar memanajemen suatu hal dan permasalahan,” terangnya.

Kelompok 1 atau kelompok vanili mengambil konsep pengabdian, pengenalan jenis sampah dan pertanian modern sederhana yakni hidroponik serta tanaman gantung. Pengabdian dilakukan mandiri oleh peserta dengan melakukan survey sebelumnya. Menurut kelompok, permasalahan yang tampak di SDN 6 Marga yakni masih kurangnya jumlah tanaman akibat minimnya lahan. Oleh karena itu, pengabdian dengan mengenalkan hidroponik sederhana dan tanaman gantung dilakukan karena tidak memerlukan tempat terlalu banyak. “Rangkaian acara diharapkan dapat mengenalkan gambaran pertanian kepada siswa-siswi disini melalui cara sederhana dan menyenangkan,” ungkap salah satu peserta dari kelompok vanili.

Penerapan teknologi hidroponik yang dilakukan di SDN 6 Margarana memanfaatkan barang dari bahan bekas berupa botol yang sudah tidak terpakai. Siswa terlihat menyimak dengan seksama dan tampak antusias. Selain itu, kegiatan lain yang tidak kalah menarik dari kelompok vanili lainnya adalah mengajar siswa kelas 3 – 5 untuk memilah jenis sampah organik dan anorganik dengan metode games.

    Games pilah sampah di SDN 6 Marga oleh kelompok vanili sebagai rangkaian kegiatan Agricamp hari ketiga. Pada Senin, (28/01/2019). Dok. LPM Khlorofil

Sindiasih selaku anggota kelompok yang ikut memandu acara mengatakan games dipilih agar proses belajar menyenangkan, sehingga lebih mudah diingat dan dipahami oleh siswa.”Mereka bisa mengetahui cara memilah sampah yang bener. Soalnya sewaktu survey, mereka itu tidak tau perbedaan sampah organik dan sampah non organik, hanya sebagian yang tau,” jelasnya.

Keseluruhan kegiatan pengabdian yang dilakukan kelompok menumbuhkan pengalaman berkesan bagi pelajar SD tersebut. Salah satunya Anita, siswa kelas 4 SD. Pengalaman belajar tersebut membuatnya dapat membedakannya sampah dengan baik. Ia juga mengaku terkesan dengan pembuatan tanaman gantung dan hidroponik yang belum ia ketahui sebelumnya.
Penyampaian materi hdiroponik juga dilakukan oleh kelompok 2 atau kelompok salak di SDN 2 Marga. Pengabdian yang dilakukan oleh kelompok ini selain mengenalkan hidroponik dengan teknik apung, juga mengenalkan repotting (mengganti pot tanaman, red) tanaman hias.

Pedro Barus, sebagai ketua kelompok salak, mengatakan alasan dibalik pengenalan hidroponik di SDN 2 Marga tersebut. Terkait dengan tema pengabdian mengenai pertanian juga keterbatasan lahan di SDN 2 Marga tersebutlah yang menjadi alasan. “Hidroponik apung yang paling mudah di buat, tujuan kami adalah untuk memperkenalkan, apasih hidroponik itu? bahan-bahan yang diperlukan apa aja,” paparnya.

Diakuinya, sulit untuk mengendalikan anak-anak SD agar dapat memperhatikan arahan dari tim mereka. Meskipun demikian, situasi dan kondisi masih terkontrol, “mereka (pelajar SD, red) mau kok mendengarkan dan bertanya,” lanjutnya kemudian.

Kegiatan pengabdian yang dilakukan di SDN 2 Marga mendapat respon positif dari sejumlah siswa. Salah satunya I Putu Daniel Iswara Dikta Saputra yang kerap disapa Daniel. Siswa yang duduk di bangku kelas empat ini mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan. “seru banget, pengen bikin sendiri,” ucapnya. Selain Daniel, Ni Made Novie Arani Putri atau Novi juga mengatakan praktik membuat hidroponik apung merupakan kegiatan yang seru. Ia juga mengungkapkan keinginannya menerapkan teknologi hidroponik di rumah. (tim khlorofil/khlorofil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *