Sepele? Ini Pentingnya Sayur dan Buah

    Sayur dan Buah Sumber gambar: Pinterest.com
    Sayur dan buah merupakan dua jenis makanan yang sangat disarankan untuk dikonsumsi setiap hari. Sayangnya, masih ada saja yang tidak suka makan sayur dan buah. Padahal konsumsi sayur dan buah merupakan menu empat sehat lima sempurna yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Pola makan teratur akan membantu tubuh tahan dari berbagai macam penyakit. Seringkali kita mendengar kalimat “Yahh anak kos bisa makan aja sudah cukup, kalau tak ada makanan bisa minum obat maag.”

Ujaran tersebut mungkin bermaksud bercanda. Akan tetapi, efeknya tidak bisa dianggap sepele bila benar benar dilakukan. Sedikit saja pola makan tidak teratur, dampak yang timbul tidak main-main.

Pola makan teratur tidak melulu soal waktu makan, tetapi juga pengaturan pada menu makan. Sayur dan buah kadang dianggap sepele. Bahkan ada juga yang menghilangkan kedua hal tersebut dari menu makanannya. Menurut Hellosehat.com, sayur dan buah merupakan dua hal yang saling berhubungan. Keduanya mengandung vitamin dan mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Beberapa hal yang kita bisa dapatkan dari mengkonsumsi sayur dan buah diantaranya ada vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Magnesium, Seng, Kalium, Fosfor, dan asam folat yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh.

Kandungan dalam sayur dan buah juga berperan dalam mencegah penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Serat berperan dalam menurunkan kolesterol jahat, mengontrol kadar gula darah, melancarkan sistem pencernaan, dan membuat kita merasa lebih kenyang sehingga tidak makan berlebih.

Kementerian Kesehatan RI menyarankan untuk makan sayur dan buah sebanyak lima porsi setiap harinya. Demikan pula dengan organisasi kesehatan dunia atau WHO yang merekomendasikan makan sayur dan buah lima porsi per harinya. WHO telah mengumpulkan banyak bukti bahwa konsumsi buah dan sayur minimal 400gr per hari (1 porsi setara dengan 80gr) diperlukan untuk kebutuhan nutrisi dan menurunkan resiko penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas dan beberapa jenis kanker.

Lima porsi yang dikonsumsi merupakan jumlah yang minimal. Jadi, apabila mengonsumsi lebih banyak maka akan lebih bagus lagi. Namun, dengan jumlah porsi ini masih dianggap terlalu banyak bagi sebagian orang Indonesia. Riset kesehatan dasar 2018 melaporkan bahwa proporsi gizi buruk dan gizi kurang turun dari 19,6% (Riskesdas 2013) menjadi 17,7%. Namun yang menjadi perhatian yaitu tren peningkatan proporsi obesitas pada orang dewasa sejak tahun 2007 sebagai berikut 10,5% (Riskesdas 2007), 14,8% (Riskesdas 2013), dan 21,8% (Riskesdas 2018), hal tersebut disebabkan gaya hidup yang kurang baik. Hal lainnya yang menarik perhatian yaitu konsumsi sayur dan buah penduduk yang masih sangat bermasalah yaitu sebanyak 95,5%.

Mari tingkatkan kesadaran akan asupan sayur dan buah ke dalam menu sehari-hari. Tidak ada lagi alasan untuk melewatkan makan sayur dan buah setiap hari. Sehat itu mahal dan lebih baik mencegah daripada mengobati. (rz/khlorofil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *