Fakultas Pertanian Unud Go Internasional, Go Organik

    Demonstrasi pembuatan biopestisida dan pembuatan pupuk organik herbal oleh Dr. SL Choudhary pada Selasa, (27/11/2018) bertempat di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unud. Dok. LPM Khlorofil

    Fakultas Pertanian Unud saat ini sedang gencar melakukan kerjasama dengan pihak luar negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, Ms selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (27/11) pada kegiatan demontrasi pembuatan biopestisida dan pembuatan pupuk organik herbal oleh Dr. SL Choudhary dari Maharana Praptap University, India.

Kerjasama yang tengah berlansung antara Fakultas Pertanian (FP) Unud dengan Rusia mengenai water treatment dan pengembangan pupuk organik. Selain Rusia, ada juga kerjasama dengan Jepang dalam program Double Degree khusus untuk mahasiswa S2, yakni dengan Chiba University tentang asuransi pertanian. Kerjasama terbaru yang tengah dilakukan oleh FP Unud adalah dalam bidang biopestisida dan pembuatan pupuk organik herbal dengan Maharana Praptap University Of Agriculture and Technology India.

Agenda perdana dari kegiatan kerjasama terbaru ini dilakukan dengan demontrasi pembuatan biopestisida dan pembuatan pupuk organik herbal yang bertempat di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unud, yang terletak di Jalan Pulau Moyo, Denpasar (27/11). Peserta yang mengikuti kegiatan demonstrasi ini terdiri dari mahasiswa Semester V prodi Agroekoteknologi yang mengambil mata kulaih Bioteknologi Perlindungan Tanaman. Materi disampaikan secara langsung oleh Dr. SL Choudhary dari Maharana Praptap University.

Dalam wawancara dengan Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, Ms, ia menyampaikan bahwa kedatangan Dr. SL Choudhary telah direncanakan secara khusus “Beliau datang khusus untuk sharing tentang bagaimana membuat pupuk organik herbal dan biopestisida,” ungkapnya.

Pemanfaatan pupuk dan pestisida alami dalam dunia pertanian perlu dilakukan untuk mengurangi polusi dari penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Seperti yang telah diketahui bersama, penggunaan pestisida dan pupuk anorganik yang berlebihan terjadinya polusi. Polusi ini tidak hanya terjadi pada tanah dan air, tetapi juga udara yang dapat menjadi racun bagi kehidupan makhluk bumi, termasuk manusia.

Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, Ms menambahkan bahwa produk hasil demonstrasi ini akan di aplikasikan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian. “Setelah kegiatan ini, nantinya biopestisida yang dihasilkan bisa diaplikasikan pada tanaman di Kebun Percobaan, yang selanjutnya akan diperbanyak dan didesiminasikan kepada masyarakat melaui kegiatan pengabdian masyarakat”, tambahnya.

Hal senada juga dituturkan oleh Dr. SL Choudhary, ia mengungkapkan antusiasnya dalam menjalani kerjasama dengan FP Unud dan berkesempatan dalam memberikan materi tentang biopestisida dan pupuk organik kepada mahasiswa. “Karena bagi saya untuk menjaga bumi ini tidak cukup hanya dengan satu orang saja, harus ada banyak pihak yang tergabung didalamnya,” ungkapnya usai kegiatan. (utu/khlorofil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *