Simantri 079 Ananta Winangun Utamakan Kualitas Pupuk Organik

    Proses penggilingan pupuk organik agar lebih halus dan pengemasan pupuk organik dalam karung. Pada Kamis, (1/11/2018). Doc. Pribadi

    Simantri Ananta Winangun memroduksi hingga 7 ton pupuk organik/hari. Kualitas pupuk organik yang diproduksi adalah hal yang diutamakan dari sekedar mengejar kuantitas produksi.

Simantri Ananta Winangun (Simantri 079) berlokasi di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Berdiri pada 3 september 2011, diresmikan oleh Gubernur Bali saat itu. Simantri merupakan program yang digagas Pemerintah Provinsi Bali, untuk meningkatkan pendapatan petani.

Dewa Putu Buda (1/11) menerangkan bahwa munculnya ide Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi) diawali dari adanya penelitian mengenai kondisi tanah di Bali, “Ada tiga dosen ahli tanah yang mengecek kadar kandungan seluruh tanah di Bali. Kurang lebih satu bulan kemudian terdapat surat bahwa kesuburan tanah sudah tidak berfungsi dengan baik” terangnya.

Dewa kembali menambahkan bahwa pada tahun 2011 berdiri kurang lebih 200 Simantri dari target gubernur 1000 Simantri, hingga tahun 2018 terdapat kurang lebih 840 Simantri. Melihat permasalahan kesuburan tanah Gubernur Bali memberikan pupuk organik bersubsidi. Pupuk organik memberikan peningkatan hasil, di Pupuan 25 hektar lahan kopi mengalami peningkatan hasil panen. Penyerapan pupuk organik tidak seperti pupuk kimia, meskipun kerja pupuk organik lambat tetapi hasil yang diberikan pasti. Memakai pupuk organik akan memunculkan kembali kehidupan organisme di dalam tanah.

Simantri Ananta Winangun 079 ini fokus pada pembuatan pupuk organik. Pupuk organik yang dihasilkan mencapai 7 ton/hari. Pupuk organik ini dibuat dengan campuran kotoran sapi, obat fermentasi serta sambuk kelapa yang kemudian difermentasi. Tidak hanya pupuk organik padat terdapat juga pupuk organik cair atau bio urine yang diolah dari urine sapi.

Dewa Putu Buda mengatakan juga tidak mementingkan hasil tetapi memilih menghasilkan kualitas pupuk organik yang baik. “Karena kita mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Kami mengutamakan kepercayaan masyarakat dengan memproduksi pupuk organik yang memiliki kualitas unggul” ujarnya.

Pupuk organik Produksi Simantri Ananta Winangun dijual dengan harga Rp. 40.000 per satu sak berisi 40 kg harga ini berlaku untuk kosumsen dengan penggunaan pribadi, Khusus untuk petani harganya menjadi Rp. 150/kg atau Rp. 36.000/sak setelah mendapat subsidi dari Pemprov Bali. (sy/khlorofil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *