Introvert, Ekstrovert, atau Tidak Keduanya?

    Ilustrasi Kepribadian Introvert dan Ekstrovert. Sumber gambar: Pexels.com
    Banyak orang yang mengetahui perbedaan tipe kepribadian antara introvert dan ekstrovert. Ketika seseorang menyukai kesendirian dan merasa tidak nyaman di keramaian, maka orang tersebut memiliki kepribadian introvert. Sedangkan jika seseorang menyukai keramaian dan cepat bosan dengan kesendirian, maka orang tersebut tergolong ekstrovert. Namun bagaimana jika seseorang merasa tidak memiliki karakteristik dari kedua kepribadian tersebut?

Umumnya, sebagian besar orang menggolongkan tipe kepribadian seseorang berdasarkan interaksinya dengan lingkungan menjadi dua garis besar, yakni introvert dan ekstrovert. Seorang dengan kepribadian introvert dicirikan dengan pribadi yang lebih menyukai waktu sendiri, lebih banyak terdiam dan berpikir daripada berbicara, serta merasa tidak nyaman atau mudah lelah berada di lingkungan yang ramai. Seorang introvert memiliki cara mereka tersendiri ketika melakukan interaksi dengan orang lain. Sehingga orang dengan kepribadian introvert tidak dapat disamakan dengan sifat pemalu ataupun anti-social. Sedangkan seorang dengan kepribadian ekstrovert memiliki sikap yang berbanding terbalik dengan introvert. Dalam suatu lingkungan sosial, sosok dengan kepribadian ekstrovert mudah menonjol karena sifat alamiahnya. Mudah bosan saat sendirian, spontan dalam berbicara, menyukai keramaian, dan suka menjadi pusat perhatian menjadi salah satu karakteristik yang umumnya terdapat pada seorang ekstrovert.

Namun bagaimana bila seseorang merasa tidak termasuk sebagai introvert ataupun ekstrovert? Dikutip dari Science of People, kepribadian seharusnya dipandang sebagai sebuah spektrum, bukan sebagai label. Spektrum yang dimaksud yaitu spektrum ekstroversi. Spektrum tersebut dapat diklasifikasikan dengan tingkat ekstroversi yang rendah, sedang dan tinggi. Apabila tingkat ekstroversinya rendah, maka tergolong kedalam intovert, dan apabila tingkat ekstroversinya tinggi, maka tergolong ekstovert.

    Spektrum Ekstroversi

Dengan melihat spektrum tersebut, maka terdapat sebuah kepribadian yang berada diantara intovert dan ekstrovert, yaitu ambivert. Ambivert adalah kepribadian unik yang membutuhkan keseimbangan antara kesendirian dan keramaian. Orang dengan kepribadian ini akan merasa bosan saat terlalu lama sendirian, juga merasa lelah ketika terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain. Karena berada di tengah-tengah, seorang ambivert cenderung lebih fleksibel dibandingkan dengan dua kepribadian lainnya. Ia lebih mudah menyesuaikan diri baik terhadap lawan bicara maupun lingkungannya.

Apapun tipe kepribadiannya, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menghadapi lingkungan sosialnya. Semua tipe kepribadian tersebut juga tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap kesuksesan dan kebahagiaan seseorang. Hal terpenting adalah bagaimana cara mereka menyikapi dan menjawab setiap permasalahan tersebut. Semakin dini seseorang mengetahui kepribadian yang dimilikinya, semakin efisien orang tersebut dalam mengendalikan dan memosisikan diri mereka dalam kondisi tertentu. (rah/khlorofil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *