Dari Pertanian untuk Gelora Udayana


Penampilan kontingen Fakultas Pertanian dalam perlombaan Defile dan Kontemporer pada Pekan Raya Udayana Minggu, (16/09/2018) sebagai rangkaian perayaan Dies Natalis Ke-56 Universitas Udayana. Bertempat di Areal Parkir Gedung Agrokomplek, Kampus Sudirman Denpasar.

    Lilcita: Kebahagiaan mewarnai ajang Defile dan Kontemporer Fakultas Pertanian 2018

Minggu (16/09) menjadi hari berlaganya kontingen defile dan kontemporer dalam Dies Natalis Udayana ke-56. Kegiatan ini diikuti oleh ketiga belas fakultas, salah satunya adalah Fakultas Pertanian. Kegiatan ini berlangsung di areal parkir depan Gedung Agrokomplek Kampus Sudirman, Universitas Udayana. Kegiatan diawali dengan berlaganya kontingen defile sebagai langkah awal dimulainya perlombaan dalam Pekan Raya Udayana di tahun ini.

Pakaian coklat tetap menjadi ciri khas dari kontingen defile Fakultas Pertanian. Selama satu bulan lebih peserta telah berlatih. Menurut Ni Luh Made Santi Dewi selaku penanggung jawab defile Fakultas Pertanian, antusias mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan defile ini mampu mengawali rasa tanggung jawab dan menumbuhkan rasa kekeluargaan, walaupun di awal terjadi kesulitan dalam menentukan pasukan. Mahasiswa Program studi Agribisnis sekaligus kontingen defile Kadek Jiwi dan Ismi Nabila mengakui adanya kendala dalam persiapan mengikuti rangkaian lomba yang rutin di adakan tahunan ini. “Lokasi latihannya menurut kami terlalu jauh karena tempat latihannya di Denpasar, sementara kami banyak tinggal di Jimbaran.Tetapi untung saja kendala tersebut teratasi”

Setelah kontingen defile berlaga, cabang kegiatan yang lainnya adalah Kontemporer , dimana ketiga belas fakultas menampilkan pertunjukan yang membawa tema “Lilacita”. Makna dari tema tersebut sendiri adalah kebahagiaan atau keceriaan. “Kontemporer Pertanian yang menampilkan konsep tentang makhluk hidup yang dilanda kekeringan dan mereka memohon kehidupan yang layak” sahut Dewa Ayu Kornia selaku Penanggung jawab Kontemporer di tahun ini. Dalam pementasan tersebut kehidupan yang layak itu digambarkan dengan penari yang memakai kostum berwarna biru dan putih yang melambangan air sebagai sumber kehidupan, ditambah dengan penggunaan kostum yang berasal dari bahan yang sudah tidak terpakai, misalnya saja penggunaan daun kering yang didapatkan dari daun yang berjatuhan di lingkungan Kampus Sudirman, Universitas Udayana.

Tema “Lilacita” mampu membawa kebahagiaan yang turut dirasakan masyarakat Universitas Udayana, tak terkecuali civitas Fakultas Pertanian. Seperti yang di rasakan Dwita dan Agra selaku peserta kegiatan Kontemporer, mereka merasa senang karena minat dan bakatnya bisa tersalurkan sekaligus merasa bangga dapat berkontribusi untuk Fakultas Pertanian.(cl,fer/khlorofil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *