Mengunjungi Putih Awan di Air Mata Ayah

    Oleh: M. Khusnia

Aku berkunjung ke rumahmu fajar ini
dengan langkah-langkah kehancuran
untuk mengetuk pintu putih rumahmu

Air mata berlinang bersih
di langit-langit tempat tidurmu
di gedung etalase megah ruang tamu dan samudera
dimana segala celah air mata bermula

“Apakah kau sedih?”

Air mata tersadai
Tepat dihadapan jendela pesawat
Transformasiku menuju rumahmu
Yang putih

Dirumahmu aku bersimpuh senyum
Mungkin, berpura-pura menahan tangis

Kau tahu, air mataku telah melayang-melayang
Ke wajahmu
Membasahi gumpalan-gumpalan risau pada awan hitam

“sudah banjirkan doa-doa putihku di rumah awan air matamu?”

Aku menabat tangan malaikat
Ia berbaju putih, tubuh putih
Mungkin, usianya berputih-putih

“surga sudah akan tutup, nak”
Kata ayah si malaikat putih
Dan cahaya menyeruak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *