BPC 2018, Himpun Ide Bisnis Kreatif Anak Muda Masa Kini

Penyerahan hadiah oleh Drh. Ketut Ayu Anggreni Cahyani, M.Si selaku dewan juri kepada Evita dan Riski, Juara 1 BPC 2018. Foto by : Devi

Final Business Plan Challenge 2018 pada Minggu, (25/02). Terdapat lima kelompok finalis yang berhasil masuk ke babak ini, juara pertama diraih oleh business plan berjudul “Jang Tea Syrup”. Acara ini berlangsung di di Ruang Rapat Senat Lt.2 Gd Agrokomplek, Kampus Sudirman Denpasar.

Minggu (25/02), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FP Unud kembali menyelenggarakan Business Plan Challenge (BPC) sebagai rangkaian acara Agrifest yang puncaknya pada Maret 2018. Mengusung tema Let’s Be Young Agripreneur, BPC 2018 diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa dengan ide bisnis kreatif dan terbarukan. Bertempat di Ruang Rapat Senat FP Unud, Agrokompleks Denpasar, lima finalis BPC 2018 yang seluruhnya berasal dari mahasiawa FP Unud, mempresentasikan paper dan produk mereka dengan menarik.

Ir. A.A Ngurah Gede Suwastika, M.P dalam sambutannya menyatakan salut pada organisasi kemahasiswaan Fakultas Pertanian (OKFP). “Saya salut dengan organisasi kemahasiswaan yang tiap tahunnya menyelengarakan kegiatan yang inovatif dan memiliki pembaharuan, peningkatan menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saya harapkan semoga banyak wirausaha yang terlahir. Serta untuk mahasiswa pertanian, semoga muncul wirausaha dengan berfokus ke produk pertanian. Bukan ke onlineshop penjual baju atau yang lainnya”, papar Wakil Dekan III Fp Unud tersebut.

“Cukup banyak peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti BPC kali ini. 18 rencana bisnis telah terdaftar pada awalnya dan dari berbagai kalangan. Dengan proses seleksi abstrak, terdapat 15 kelompok yang lolos untuk melanjutkan abstrak yang telah mereka kirimkan. Proses seleksi tetap berlangsung, hingga saat ini diperoleh 5 kelompok finalis BPC 2018. Dan dengan sangat kebetulan, seluruh finalis berasal dari FP Unud”, papar Ni Nyoman Suindah, selaku ketua panitia Agrifest 2018 saat ditemui setelah acara berlangsung. “Saya harap usaha atau ide bisnis yang telah mereka perlombakan dapat direalisasikan dan terus berlanjut. Seperti finalis BPC ditahun sebelumnya. Dan sesuai dengan tema yang kami angkat let’s be young agripreneur, semoga lebih banyak wirausaha muda yang terlahir dari acara ini”, tutup Suindah.

Final BPC 2018 menghadirkan 3 orang juri yang tentunya inspiratif antara lain; Drh. Ketut Ayu Anggreni Cahyani, M.Si merupakan staf ahli Dinas Pertanian Provinsi Bali, A.A Ayu Wulandira Sawitri Djelantik, SP. MMA dosen Agribisnis FP Unud dan I Gede Artha Sudiarsana, SP selaku alumni FP UNUD 2013 sekaligus duta petani muda 2016 dan founder dari Gede Jamur.

Berdasarkan keterangan Evita selaku salah satu finalis BPC 2018 dengan undi 4, “Jujur ini lomba pertama saya dan saya sangat bersyukur karena lolos menjadi finalis 5 besar BPC tahun ini. Begitu banyak informasi dan pengalaman berharga yang saya dapatkan dalam mengikuti acara ini. Untuk saat ini saya belum menjalankan business plan yang saya ajukan ini, namun sudah kami rencanakan untuk merealisasikannya didaerah Sesetan (Denpasar Selatan *Red). Saya berharap banyak kepada pihak Rektoran Unud mengenai bantuan berupa dana untuk para wirausaha yang lahir di Unud”.

Lain halnya dengan Gung Inten, finalis BPC 2018 dengan undi 1. “Awal inspirasi saya ikut BPC dan mengangkat daun tanaman tin sebagai bahan dasar dari produk saya, dari salah satu dosen FP Unud yaitu Pak Gede Setiawan. Di Simantri beliau terdapat budidaya daun tin yang diketahui memiliki banyak khasiat, namun masih sulit dalam penggunaannya. Munculan ide bisnis untuk mengolah tanaman tersebut menjadi minuman herbal penuh khasiat. Setelah mempresentasikan produk herbal dan instagramable ini awalnya saya merasa sedikit lega, rasanya seperti sedikit beban dipundak saya terangkat begitu saja. Namun, setelah melihat penampilan finalis lainnya rasa lega dan percaya diri saya perlahan menurun. Tapi semangat sajalah, saya sudah sampai di tahap ini saya bersyukur”, tutup Inten.

Diakhir acara terpilih 3 pemenang BPC 2018 diantaranya Evita dan Riski mendapat posisi pertama dengan ide bisnis berjudul Jang Tea Syrup yakni sirup yang berbahan jahe dan susu. Juara 2 diraih oleh Dikan dan Trisna dengan ide bisnis berjudul Komposku dimana fokus terhadap penanganan sampah organik yakni limbah pasar. Juara 3 diraih oleh Abdi Setiawan dengan ide bisnis berjudul Organik Kuy, Warung Makan Organik dan Bank Sampah yang mengabungkan berbagai konsep wirausaha yakni bank sampah dan budidaya. (khloro/dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *