DEK ARIS, DIBALIK HASIL PROSES PANJANG HARUS DILALUI

Ni Kadek Aries Yulianingsih (doc. pribadi)

Menjadi seorang yang memiliki segudang prestasi merupakan suatu yang membanggakan. Hal tersebut juga dirasakan oleh Ni Kadek Aries Yulianingsih, atau lebih akrab dengan sapaan Dek Aris. Mahasiswi semester empat program studi Agroekoteknologi ini, merupakan seorang atlet judo yang dimiliki oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Dek Aris menuturkan bahwa ia mengenal olahraga bela diri judo sudah sejak duduk bangku sekolah dasar, yang awalnya dikenalkan oleh sang kakak yang juga seorang atlet judo di Kabupaten Bangli. Hingga akhirnya ia memulai debut pertamanya dalam pertandingan judo pada saat ia kelas 2 SD yakni di tingkat kabupaten dan saat ini ia sudah mampu mengepakan sayapnya ke kancah internasional seperti pertandingan Bali Open pada tahun 2017.

Berbagai penghargaan telah diraihnya, mulai dari medali perunggu, perak, hingga emas. Ia juga menuturkan bahwa dibalik sebuah hasil terdapat proses yang panjang yang harus dilalui, ada kemauan yang kuat, latihan yang baik, tidak cepat puas dengan hasil yang telah didapat, tidak sombong atau terlalu membanggakan diri dan selalu hormat pada senior dan juga pelatih merupakan kunci dari kesuksesan yang ia raih saat ini.

Menjalani sebuah proses untuk berhasil tidaklah mudah, ada berbagai tantangan yang harus dilalui. “Saya sempat patah tulang di H-3 sebelum pertandingan, hal itu membuat saya menjadi kecewa dan hampir putus asa. Namun, berkat dukungan penuh yang diberikan oleh keluarga, pelatih, dan orang-orang terdekat saya, sehingga membangkit semangat untuk terus berlatih hingga akhirnya membawa mencapai target yang saya inginkan yaitu meraih mendali emas pada pertandingan berikutnya”, kenangnya.

Dek Aris menceritakan bagaiamana perjalanannya jatuh bangun menjadi seorang atlet judo yang telah membesarkan namanya. Ia menuturkan bahwa olahraga judo tidaklah menegangkan seperti yang dipikirkan oleh orang pada umumnya, akan tetapi judo adalah olahraga yang sangat santai walaupun tidak lepas dari kesannya yang keras. Selain ingin menjadi seorang atlet profesional, Dek Aris juga mempunyai keinginan besar yakni ia ingin menunjukan pada dunia bahwa seorang wanita tidak lemah tapi seorang wanita itu kuat. Dan ia telah membuktikannya lewat olahraga bela diri judo tersebut. (khloro/luhtu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *